<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motivasi James Gwee - Sales, Motivasi, Service Excellence, Kepemimpinan, Managerial, Team Building, dan Personal Development</title>
	<atom:link href="http://jamesgwee.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jamesgwee.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 16:47:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>More Knowledgeable, More Profit</title>
		<link>http://jamesgwee.net/customer-knowledge/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/customer-knowledge/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 16:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahuilah customer Anda]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan customer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Seberapa banyak pengetahuan Anda tentang needs dan wants customer Anda? Tingkat pengetahuan sales people terhadap seorang customer akan langsung berdampak pada profit. &#160; Mengetahui informasi tentang customer Anda merupakan inti pekerjaan seorang sales people. Saya kaget melihat seringnya sales people melakukan sales call tanpa mencari info terlebih dahulu tentang si customer. Parahnya lagi, begitu selesai pun tidak banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1138" title="tanda tanya" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/frequently-asked-questions-head-question-mark-238x300.jpg" alt="" width="238" height="300" /></p>
<div id="gt-res-wrap">
<div id="gt-res-content">
<div dir="ltr">JamesGwee.net &#8211; Seberapa banyak pengetahuan Anda tentang needs dan wants customer Anda? Tingkat pengetahuan sales people terhadap seorang customer akan langsung berdampak pada profit.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div dir="ltr">Mengetahui informasi tentang customer Anda merupakan inti pekerjaan seorang sales people. Saya kaget melihat seringnya sales people melakukan sales call tanpa mencari info terlebih dahulu tentang si customer. Parahnya lagi, begitu selesai pun tidak banyak yang dia gali. Jadi tetap sama saja pengetahuannya tentang si customer tersebut sesudah maupun sebelumnya.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div dir="ltr">Sales people terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengetahui tentang produk mereka daripada needs dan wants pelanggan mereka.</div>
<p>Mereka lebih suka menghabiskan waktu mereka mengembangkan pengetahuan ketimbang memperoleh pengetahuan tentang pelanggan.</p>
<p>Melalui pertanyaan-pertanyaan yang efektif dan mendengarkan dengan baik, Anda perlahan akan mendapatkan informasi yang Anda butuhkan untuk benar-benar memahami pelanggan.</p>
<p>Kuncinya adalah tidak menerima secara pasrah tentang apa yang customer katakan, melainkan luangkan waktu<br />
untuk memverifikasi akurasi dan memvalidasi apa yang mereka katakan. Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki tentang pelanggan serta needs dan wants-nya, semakin mudah bagi Anda untuk mencocokkan manfaat dari apa yang Anda jual dengan keadaan pelanggan tertentu. Anda bukan hanya akan memaksimalkan profit, tetapi pelanggan Anda akan memaksimalkan benefit!</p>
<p>Jadi, mulailah memberikan perhatian khusus pada teknik Anda dalam menggali informasi - dan kemudian bagaimana Anda memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan keuntungan.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/customer-knowledge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Give Last Minute Surprise to Your Boss</title>
		<link>http://jamesgwee.net/dont-give-last-minute-surprise-to-your-boss/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/dont-give-last-minute-surprise-to-your-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 15:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[don't surprise your boss]]></category>
		<category><![CDATA[last minute surprise]]></category>
		<category><![CDATA[manage]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[manajer]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Memiliki inisiatif menunjukkan kedewasaan Anda dalam dunia kerja. Berarti Anda telah &#8220;berpikir cukup keras&#8221; untuk membuat pekerjaan Anda lebih efektif atau efisien. Mengedit proposal atau presentasi, memberi tambahan diskon, mengurangi stock &#8220;slow moving&#8221;, menjawab complaint, mengurangi cost. Banyak inisiatif yang bisa diambil untuk menunjukkan betapa berharganya Anda buat perusahaan. Anda tidak sekedar bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1140" title="kejutan buat boss" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/surprise-209x300.jpg" alt="" width="209" height="300" /></p>
<p>JamesGwee.net &#8211; Memiliki inisiatif menunjukkan kedewasaan Anda dalam dunia kerja. Berarti Anda telah &#8220;berpikir cukup keras&#8221; untuk membuat pekerjaan Anda lebih efektif atau efisien. Mengedit proposal atau presentasi, memberi tambahan diskon, mengurangi stock &#8220;slow moving&#8221;, menjawab complaint, mengurangi cost. Banyak inisiatif yang bisa diambil untuk menunjukkan betapa berharganya Anda buat perusahaan. Anda tidak sekedar bekerja seperti robot, tapi juga memberikan kontribusi lebih ke perusahaan.</p>
<p>Jangan memberinya last-minute surprise. Umumnya, boss benci kejutan. Kejutan membuat mereka merasa tidak punya kontrol dan terkesan tidak update dengan progress terkini. Beberapa atasan takut hal ini akan membuat mereka terlihat buruk atau tidak kompeten di depan bos yang lebih tinggi.</p>
<p>Biasakan jadwal meng-update atasan Anda. Pertemuan sekali seminggu, dwimingguan, atau sodok ketika mereka sedang lowong. Bila jadwalnya teramat padat, bisa dilakukan melalui email update mingguan. Atau Blackberry update juga bisa kalau boss Anda mengizinkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/dont-give-last-minute-surprise-to-your-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Show Me the Magic!</title>
		<link>http://jamesgwee.net/selling-tips/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/selling-tips/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 14:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[closing]]></category>
		<category><![CDATA[menjual benefit]]></category>
		<category><![CDATA[menjual fitur]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[sales presentation]]></category>
		<category><![CDATA[sales script]]></category>
		<category><![CDATA[sales tips]]></category>
		<category><![CDATA[sales tools]]></category>
		<category><![CDATA[salesman]]></category>
		<category><![CDATA[teknik sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Ketika memprospek sales people terbiasa menawarkan fitur produk. Formula unik, teknologi canggih, jasa layanan terintegrasi, semua adalah jurus sakti untuk menarik perhatian customer. Tahukah Anda bahwa dampaknya akan jauh lebih terasa apabila Anda membawa manfaat nyata produk dalam percakapan bersama customer. &#160; Ketika sedang bicara dengan customer, gali kebutuhan customer hingga Anda mendapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="gt-res-wrap">
<div id="gt-res-content">
<div dir="ltr">JamesGwee.net &#8211; Ketika memprospek sales people terbiasa menawarkan fitur produk. Formula unik, teknologi canggih, jasa layanan terintegrasi, semua adalah jurus sakti untuk menarik perhatian customer. Tahukah Anda bahwa dampaknya akan jauh lebih terasa apabila Anda membawa manfaat nyata produk dalam percakapan bersama customer.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div dir="ltr">Ketika sedang bicara dengan customer, gali kebutuhan customer hingga Anda mendapatkan ekspektasinya. Jangan sekedar menghafal fitur, melainkan buatlah customer mampu menjabarkan benefit produk Anda dengan kata-kata mereka sendiri, ataupun kata-kata yang sebenarnya pemberian dari Anda untuk mudah diingat. Semua orang lebih mempercayai apa yang keluar dari mulut sendiri daripada orang lain.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div dir="ltr">Kuncinya adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang baik. Jaga fokus pembicaraan agar tetap pada calon customer Anda dan apa yang ingin dia dapat dari produk yang Anda jual. Banyak sales people terlalu cepat berfokus pada kegiatan yang dihasilkan dari suatu produk. &#8216;O, produk kami sangat user-friendly loh&#8217; lebih mudah dikatakan ketimbang &#8216;Anda bisa 2 kali lebih cepat mengetik surat&#8217;. &#8216;Gadget ini memiliki memori 897,65,431 kB&#8217; lebih sering diingat daripada &#8216;Anda bisa menyimpan 1 juta lagu di dalamnya&#8217;.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div dir="ltr">Show them the magic outcome of the product. Ketika customer memahami hal ini dan mampu mengatakannya dengan mudah, maka Anda tinggal menambahkan di atasnya.</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/selling-tips/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Small Things from Great Leaders that Inspire People</title>
		<link>http://jamesgwee.net/leadership-menginspirasi/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/leadership-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 13:03:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[champion manager]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[gerak tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[gesture]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[mimik]]></category>
		<category><![CDATA[mother teresa]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[sales manager]]></category>
		<category><![CDATA[speech]]></category>
		<category><![CDATA[steve jobs]]></category>
		<category><![CDATA[supervisor]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Pernahkah Anda bertemu dengan pemimpin yang benar-benar menginspirasi Anda? Dari cara bicara, kharisma, tingkah lakunya langsung membuat Anda berbisik, &#8220;Seandainya saya bisa menjadi seperti beliau&#8221;. For you &#8216;the leader&#8217; or anyone that want to be to &#8216;the next leader&#8217;, watch &#38; apply these carefully. Elemen terpenting leadership adalah kemampuan untuk menginspirasi atau mempengaruhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JamesGwee.net &#8211; Pernahkah Anda bertemu dengan pemimpin yang benar-benar menginspirasi Anda? Dari cara bicara, kharisma, tingkah lakunya langsung membuat Anda berbisik, &#8220;Seandainya saya bisa menjadi seperti beliau&#8221;. For you &#8216;the leader&#8217; or anyone that want to be to &#8216;the next leader&#8217;, watch &amp; apply these carefully.</p>
<p>Elemen terpenting leadership adalah kemampuan untuk menginspirasi atau mempengaruhi anggotanya untuk bisa mencapai tujuan bersama. So, the keyword is &#8216;inspire&#8217; or &#8216;influence&#8217;. Pemimpin-pemimpin besar dunia telah mempraktikan kemampuannya yang luar biasa dalam hal ini. Menginspirasi tidak harus selalu dari yang kelihatan besar dan bombastis. Terkadang dari hal-hal kecil pun bisa berdampak besar. Simak para leader berikut ini.</p>
<p><strong>1. Barrack Obama | Great Communication</strong></p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-1111 alignleft" title="Obama" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/Obama-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></p>
<p>Presiden ke-44 Amerika yang pernah tinggal di Menteng ini terkenal piawai dengan gaya pidatonya yang sangat menggugah. Kepala tegak, postur tubuh sempurna, vokal tegas dan kuat. Dia adalah seorang pengacara hak sipil sebelum mengejar karir politiknya, diawali sebagai Senator Negara Bagian Illinois, dan kemudian sebagai presiden Afrika-Amerika pertama Amerika Serikat. Presiden Obama terus melakukan perubahan kebijakan dalam menanggapi isu-isu perawatan kesehatan dan krisis ekonomi. Seringkali dalam gesturenya dia membuat gerakan tangan seperti memegang bola basket atau melingkarkan jari telunjuk dan jempol. Gerakan ini memberi impresi kekuatan, kejelian, dan ketepatan meletakkan masalah pada tempatnya.</p>
<p><em>Pelajaran pertama: Perhatikan gesture Anda saat berkomunikasi. Berikan sentuhan keyakinan, kekuatan, dan ketepatan di dalamnya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Steve Jobs | Great Vision</strong></p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-1109 alignleft" title="Young Steve Jobs (6)" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/Young-Steve-Jobs-6-200x200.jpg" alt="Isaac Walterson" width="200" height="200" /></p>
<p>Nama besar di balik Apple yang sering disebut-sebut belakangan ini dibesarkan di Mountain View, California, daerah yang sebagian besar penduduknya adalah para insinyur. Konsep perumahan masa kecilnya yang simple, ajaran ayahnya tentang detail desain mobil, hingga masa-masa dia didepak dari perusahaan yang didirikannya sendiri &#8211; dan keluar membentuk perusahaan animasi penghasil film Toy Story yang fenomenal &#8211; semua pengalaman hidup direnungkannya dengan baik untuk membentuk visi hidupnya. Visi ini ia pegang teguh dalam proses kerjanya sehari-hari. Steve terkenal keras kepala dalam menghasilkan produk yang sempurna. Ketika menghasilkan tampilan interface mac, tim desain Apple berkali-kali merevisi hingga Steve puas. Hasilnya, produk revolusioner Apple, seperti iPod, iPhone dan iPad, sekarang dikenal sebagai pionir evolusi teknologi modern.</p>
<p><em>Pelajaran kedua: Visi bisa dimulai dari hal kecil di sekitar Anda. Renungkan dan pegang teguh.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Mother Teresa | Great Action</strong></p>
<div id="gt-res-wrap">
<div id="gt-res-content">
<div dir="ltr"><img class="size-thumbnail wp-image-1110 alignleft" title="mother teresa" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/motherteresa3-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></div>
<div dir="ltr">Biarawati kelahiran Makedonia ini belajar di India selama 17 tahun sebelum dia mengalami panggilan untuk mengabdikan dirinya untuk merawat orang sakit dan miskin. Dia mendirikan rumah sakit untuk orang buta, cacat, dan koloni penderita kusta. Mother Teresa tidak banyak bicara, nilai hidupnya sederhana saja, yaitu melayani orang sakit. Dia maju di garis depan dalam mengobati penderita kusta tanpa takut tertular. Visi hidupnya tidaklah bombastis, namun lewat aksi-aksi kecilnya banyak orang mengikuti dia dan membuat perubahan besar. Pada tahun 1979 beliau menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk pekerjaan kemanusiaannya.</div>
</div>
<div dir="ltr"><em>Pelajaran ketiga: Tunjukan tindakan nyata. Tidak ada pekerjaan yang &#8220;terlalu kecil&#8221; untuk jabatan yang terlalu tinggi.</em></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/leadership-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sales Manager Lessons from Golf</title>
		<link>http://jamesgwee.net/sales-manager-lessons-from-golf/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/sales-manager-lessons-from-golf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 14:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Golf]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[sales lessons]]></category>
		<category><![CDATA[sales manager]]></category>
		<category><![CDATA[sales team]]></category>
		<category><![CDATA[supervisor]]></category>
		<category><![CDATA[tim sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1094</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Dalam urusan golf, Tiger Woods termasuk orang yang sangat positif. Atlit yang pernah meraih predikat atlit terkaya ini hanya fokus pada hal-hal yang bisa dikerjakannya. Woods tidak membiarkan dirinya down ketika penampilannya sedang tidak baik atau keberuntungan sedang berbalik arah. Di usianya yang relatif muda, 35 tahun, dia dibayar 75 juta US Dollar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/05/golf-300x200.jpg" alt="" title="golf" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-1097" /></p>
<p>JamesGwee.net &#8211; Dalam urusan golf, Tiger Woods termasuk orang yang sangat positif. Atlit yang pernah meraih predikat atlit terkaya ini hanya fokus pada hal-hal yang bisa dikerjakannya. Woods tidak membiarkan dirinya down ketika penampilannya sedang tidak baik atau keberuntungan sedang berbalik arah. Di usianya yang relatif muda, 35 tahun, dia dibayar 75 juta US Dollar per tahun.</p>
<p>Terlepas dari skandal yang kemudian menjatuhkannya, paling tidak ada beberapa hal yang bisa Anda (para Sales Manager atau Supervisor) ambil pelajaran dari Woods dan golf untuk meningkatkan otot sales team kita.</p>
<p><strong>1. Arahkan pukulan pada area yang dituju<br />
</strong>Sales people yang sukses membangun sales pipeline setiap hari. Mereka lakukan paling tidak satu jam sehari menjangkau prospek baru. Satu jam yang difokuskan tanpa email, tanpa mengobrol yang tidak produktif, dan hanya fokus keluar memprospek calon pelanggan.</p>
<p><strong>2. Pukulan tepat ke area fairway<br />
</strong>Ketika sales people mendapatkan appointment dengan prospek, itulah saatnya mereka memiliki pukulan tepat pada area fairway (rumput pendek). Ingatkan bahwa pukulan tepat tidak selalu bisa didapat. Ikhlaskan dan coba lagi pada lubang berikutnya.</p>
<p><strong>3. Short Game<br />
</strong>Menelusuri proses penjualan sebenarnya mirip dengan short game. Ini merupakan bagian yang tersulit. Sales people perlu untuk menyusun strategi. Kurang mampu membaca maksud pelanggan atau memilih sasaran yang salah bisa sangat mengurangi skor (atau peluang penjualan).</p>
<p>Masing-masing sales people memiliki zona nyaman yang berbeda. Demikian juga pegolf, ada yang hebat sebagai pemukul jauh namun begitu sampai dekat pin menjadi tidak percaya diri. Beberapa sales people sangat baik dalam presentasi namun lemah di closing. Biarkan sales people Anda mengidentifikasi kelemahan mereka dan perbaiki bersama.</p>
<p><strong>4. Putting (Menggulirkan bola di area green)<br />
</strong>Semua bisa jadi sudah dipersiapkan dengan baik, namun pada detik terakhir bola lewat begitu saja. Apakah itu berarti sales kita pecundang? Tidak, terkadang proses pengambilan keputusan pelanggan berjalan begitu acak dan di luar kendali kita. Yang penting Anda tetap lakukan yang terbaik dan biarkan kesempatan yang terhilang itu pergi dari ingatan. </p>
<p>Golf adalah sebuah permainan. Praktek. Sama halnya dengan sales, bidang yang sudah kita tahu aturannya namun terkadang &#8220;bola&#8221; lewat begitu saja dan kita tidak mendapatkan penjualan. Pegolf legendaris Jack Nicklaus pernah mengatakan, &#8220;Fokuslah pada solusi, bukan keterbatasannya&#8221;. Itulah yang harus selalu kita tekankan pada sales people.</p>
<p>Pada akhirnya sales people perlu fokus pada proses yang telah mereka lakukan dengan benar, meningkatkan &#8220;drive&#8221;, &#8220;short game&#8221; dan &#8220;putting&#8221; dengan tepat. &#8220;Resolve never to quit, never to give up, no matter what the situation!&#8221; (Jack Nicklaus)</p>
<p><em>Now go and help your sales people close some business!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/sales-manager-lessons-from-golf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Powerful Inspirational true story&#8230;Don&#8217;t give up!</title>
		<link>http://jamesgwee.net/video-motivasi-sales/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/video-motivasi-sales/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 05:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[derek redmond]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[video motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[True story from Derek Redmond, runner athlete in Olympic 1992 that got hamstring injury but never give up to finish the race. When you don&#8217;t give up, you will never fail&#8230; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="560" height="315"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kZlXWp6vFdE?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/kZlXWp6vFdE?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>True story from Derek Redmond, runner athlete in Olympic 1992 that got hamstring injury but never give up to finish the race.</p>
<p>When you don&#8217;t give up, you will never fail&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/video-motivasi-sales/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku yang Berdebu</title>
		<link>http://jamesgwee.net/buku-yang-berdebu/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/buku-yang-berdebu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 18:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Thank God we&#8217;re living in information abundance era! Tidak sulit buat kita mengakses ilmu pengetahuan dengan lebih cepat dan murah. Sayangnya, kita makin tenggelam dalam tumpukan informasi tanpa bisa berkontribusi banyak pada kemajuan. Beli setumpuk buku manajemen populer, namun hanya baik untuk hiasan rak pajangan. Saya menyarankan cara berikut: 1. PUTUSKAN. Sebelum memulai, putuskan maksimal 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="gt-res-wrap">
<div id="gt-res-content">
<p dir="ltr">
<p dir="ltr"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1080" title="Buku" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/04/Books1-300x255.jpg" alt="" width="300" height="255" />JamesGwee.net &#8211; <em>Thank God we&#8217;re living in information abundance era!</em> Tidak sulit buat kita mengakses ilmu pengetahuan dengan lebih cepat dan murah. Sayangnya, kita makin tenggelam dalam tumpukan informasi tanpa bisa berkontribusi banyak pada kemajuan. Beli setumpuk buku manajemen populer, namun hanya baik untuk hiasan rak pajangan.</p>
<p dir="ltr">Saya menyarankan cara berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong>1. PUTUSKAN</strong>. Sebelum memulai, putuskan maksimal 4 issue yang perlu Anda ubah. Kemudian, saat Anda membaca, temukan pemecahan dari ke-4 hal tersebut. Sehingga tujuan membaca tidak lagi untuk membujuk Anda berubah, namun membantu Anda memilih apa yang harus Anda ubah.</p>
<p dir="ltr"><strong>2. TANDAI</strong>. Jangan ragu untuk menandai buku Anda. Kebiasaan ini akan menghemat waktu Anda dalam mencari dan mengingat point-point pentingnya. Coret catatan pemikiran Anda, beri stabilo, garis bawah, tanda seru, pasang Post It &#8220;To Do List&#8221; dari rencana aksi selanjutnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>3. AJARKAN</strong>.  Ini bukan tentang Anda, ini tentang orang selanjutnya. Penggunaan terbaik dari sebuah buku adalah untuk membantu orang lain. Bagilah apa yang Anda baca, serahkan buku itu kepada yang membutuhkannya &#8230; dorong orang di sekitar Anda untuk sama-sama mengambil tindakan - itulah bedanya buku, bukan video atau seminar. Buku adalah suvenir dan kontainer dan motivator dan barang yang mudah dibawa ke mana-mana. Buku yang mengendap di rak akan bernilai lebih rendah.</p>
<p dir="ltr">Manajer yang efektif memberi buku untuk tim mereka. Bukannya untuk sok akademis, namun supaya bulan depannya dia bisa menanyakan &#8220;Sudah berhasil kita ubah?&#8221;</p>
</div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/buku-yang-berdebu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Itu Bukan Kerjaan Saya&#8221;</title>
		<link>http://jamesgwee.net/motivasi-tim/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/motivasi-tim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 19:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Perusahaan yang sehat haruslah memudahkan karyawannya untuk berani mengambil risiko secara sehat. Menjadi laboratorium pemecah masalah, dan semakin memanusiakan manusia. Namun sayang, banyak perusahaan melakukan sebaliknya. Mereka menjadikannya hutan rimba pertarungan saling menyalahkan. Melembagakan pengecut terorganisir. Menjadi sarang bersembunyi, kesempatan untuk selalu berkata &#8216;Itu bukan pekerjaan saya&#8217;, &#8216;Itu areanya Departemen X&#8217;, &#8216;Prioritas kami bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JamesGwee.net &#8211; Perusahaan yang sehat haruslah memudahkan karyawannya untuk berani mengambil risiko secara sehat. Menjadi laboratorium pemecah masalah, dan semakin memanusiakan manusia.</p>
<p>Namun sayang, banyak perusahaan melakukan sebaliknya. Mereka menjadikannya hutan rimba pertarungan saling menyalahkan. Melembagakan pengecut terorganisir. Menjadi sarang bersembunyi, kesempatan untuk selalu berkata &#8216;Itu bukan pekerjaan saya&#8217;, &#8216;Itu areanya Departemen X&#8217;, &#8216;Prioritas kami bukan itu&#8217;, &#8216;Kalau bisa diperlambat, kenapa harus cepat&#8217;.</p>
<p>Perusahaan yang berkembang adalah perusahaan yang sangat ingin berinteraksi dan berubah. Ini hanya bisa terjadi apabila individu-individu di dalamnya mengambil langkah berani untuk maju. Memberikan tudung bagi tim Anda untuk bersembunyi adalah salah, sebaliknya, berilah mereka landasan untuk berani mengajukan diri. Ingatlah kata-kata Goethe: &#8220;<em>Dalam keberanian terkandung kejeniusan</em>&#8220;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/motivasi-tim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Problem Solver vs &#8220;the Problem&#8221;</title>
		<link>http://jamesgwee.net/problem-solving/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/problem-solving/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 18:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[manager]]></category>
		<category><![CDATA[problem solver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Sering kita kuatir untuk menganalisa suatu masalah karena takut tidak bisa memecahkannya. Kita menjadi hebat dalam berargumen betapa tidakberdayanya kita membereskan masalah tersebut. Memikirkannya pun malas jadinya. Waktu tidak cukup, pekerjaan sibuk, kejar target, urus anak, dan segudang alasan lainnya akan kita keluarkan. Walaupun di balik itu masih sempat nonton TV berjam-jam, lunch [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JamesGwee.net &#8211; Sering kita kuatir untuk menganalisa suatu masalah karena takut tidak bisa memecahkannya. Kita menjadi hebat dalam berargumen betapa tidakberdayanya kita membereskan masalah tersebut. Memikirkannya pun malas jadinya. Waktu tidak cukup, pekerjaan sibuk, kejar target, urus anak, dan segudang alasan lainnya akan kita keluarkan. Walaupun di balik itu masih sempat nonton TV berjam-jam, lunch break lebih dari 1 jam, dan gosip tidak pernah absen.</p>
<p>1001 alasan semacam ini &#8220;mungkin&#8221; menjadi tameng yang baik bagi seseorang untuk berlindung, namun merupakan kebiasaan yang buruk bagi suatu perusahaan. Karena hampir pasti dalam suatu perusahaan sebenarnya tersedia resources yang dapat dipergunakan untuk memecahkan problem &#8211; entah itu dana, manpower, keahlian, rekanan, dan lainnya - kalau memang masalah ini cukup bernilai untuk dipecahkan perusahaan.</p>
<p>Buat diri Anda dan tim untuk berani menemukan masalah tanpa terlalu memusingkan kemampuan memecahkannya. List semuanya, prioritaskan mana yang lebih penting, lalu temukan resources dalam organisasi Anda untuk menyelesaikannya.</p>
<p>Hanya karena Anda tidak tahu pemecahannya, bukan berarti masalah akan berkurang dengan sendirinya. Berhati-hatilah, apabila Anda tidak menjadi problem solver, jangan-jangan Anda lah problemnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/problem-solving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Saya Pikir-pikir Dulu Ya&#8221;</title>
		<link>http://jamesgwee.net/memotivasi-customer/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/memotivasi-customer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 00:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[customer]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan pembelian]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pengambilan keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net &#8211; Banyak sales people datang pada saya mengeluhkan kebiasaan customer mereka yang suka &#8216;pikir-pikir dulu&#8217;. Sepertinya kalau sudah dengar kalimat itu banyak sales people merasa H2C (Harap-harap Cemas). Lebih baik bagi mereka untuk mendengar jawaban tegas &#8216;Tidak&#8217; daripada &#8216;Saya pikir-pikir dulu ya&#8217;. Paling tidak sales people akan langsung move on ke customer lainnya apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JamesGwee.net &#8211; Banyak sales people datang pada saya mengeluhkan kebiasaan customer mereka yang suka &#8216;pikir-pikir dulu&#8217;. Sepertinya kalau sudah dengar kalimat itu banyak sales people merasa H2C (Harap-harap Cemas). Lebih baik bagi mereka untuk mendengar jawaban tegas &#8216;Tidak&#8217; daripada &#8216;Saya pikir-pikir dulu ya&#8217;. Paling tidak sales people akan langsung move on ke customer lainnya apabila sudah pasti tidak mau.</p>
<p>Jawaban &#8216;Saya pikir-pikir dulu&#8217; membangun harapan dan ekspektasi yang serba tidak pasti. Membuat sales people menunggu-nunggu dan menambah energi dan waktu mengejar customer, berharap mereka akan order suatu hari nanti. Guna menghindari hal tersebut, saya pikir kita perlu memotivasi customer untuk take action segera. Salah satu cara melakukannya adalah dengan memberikan limited offering, seperti &#8216;hanya berlaku hari ini&#8217; atau &#8216;hanya tersisa 10 unit&#8217;. Pastikan bahwa aturannya konsisten, apabila lewat dari masa tersebut maka harga akan naik sehingga memotivasi customer mengambil keputusan lebih cepat.</p>
<p>Memang berhadapan dengan customer yang peragu dan sulit mengambil keputusan sangat menguras energi. Terkadang sedikit sentuhan marketing dapat membantu mereka berpikir lebih cepat.</p>
<p>Jadi sekarang, apakah taktik marketing Anda sudah cukup memotivasi customer untuk segera ambil keputusan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/memotivasi-customer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

