<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motivasi James Gwee - Sales, Motivasi, Service Excellence, Kepemimpinan, Managerial, Team Building, dan Personal Development</title>
	<atom:link href="http://jamesgwee.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jamesgwee.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 01:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>On Being the Runner up</title>
		<link>http://jamesgwee.net/on-being-the-runner-up/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/on-being-the-runner-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 01:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[avis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[star employee]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi marketing]]></category>
		<category><![CDATA[strategi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net – The Best Sales of the Year, Star Award, Million Dollar Round Table, Top Sales of the Year sering terdengar sepanjang awal tahun ini. Perusahaan menghujani sales people sepanjang tahun dengan berbagai award dan bonus. Inilah moment yang paling ditunggu-tunggu para sales people. Saatnya mengevaluasi pekerjaan sepanjang tahun, apakah semua ini sesuai dengan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Avis_logo.jpg" alt="" title="Avis" width="550" height="460" class="aligncenter size-full wp-image-927" /><br />
JamesGwee.net – The Best Sales of the Year, Star Award, Million Dollar Round Table, Top Sales of the Year sering terdengar sepanjang awal tahun ini. Perusahaan menghujani sales people sepanjang tahun dengan berbagai award dan bonus. Inilah moment yang paling ditunggu-tunggu para sales people. Saatnya mengevaluasi pekerjaan sepanjang tahun, apakah semua ini sesuai dengan yang diharapkan perusahaan? Dan yang paling menyenangkan: bonus dan berjuta hadiah.</p>
<p>Namun biasanya pemenang hanyalah minoritas. Sisanya yang lebih besar adalah mereka yang kalah. Gawatnya kalau Anda bukan cuma kalah tapi juga kritis, jauh dari target dan nyaris dipecat? Mengeringkan semangat. Kecewa. Malu. Lalu mulai menyalahkan bos yang kurang support, rekan kerja yang susah diajak bekerjasama, customer yang sulit, ekonomi Negara sedang sulit, pemerintah dan Negara yang tidak becus, atau mungkin Tuhan juga dibawa-bawa. </p>
<p>Jangan keburu mundur. Dari kecil Anda sudah mendengar dongeng tentang Kelinci dan Kura-Kura. Ketekunan bisa mengalahkan status quo. Kegigihan bisa membawa Anda naik melewati mereka-mereka yang dijagokan. Sayangnya semakin Anda dewasa sepertinya semua seolah sirna karena pahitnya kekalahan. </p>
<p>Apabila Anda pergi ke bandara-bandara di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan New Zealand, maka Anda akan melihat rental mobil ternama yang memiliki tagline: <strong>We are #2 that’s why we try harder!</strong>  Ya, itu miliknya Avis. But, how can they proud of being just a runner-up? Kenapa bangga dengan kekalahan? The answer lies not on the predicate but on their effort. Effort itulah yang Avis jual untuk menjadi point differensiasi mereka. “We do double effort because we realize that we are not number one,” ujar mereka polos. Dan ternyata double effort inilah yang menancap di pikiran customer tentang Avis. Sehingga tanpa disadari mereka sudah menjadi nomor satu.</p>
<p>Nothing last forever. Supplier “KKN” bisa jatuh terkena audit. Supplier “orang dalam” bisa disingkirkan principal luar negeri yang tidak puas dengan kualitas. Supplier lama bisa terlena dengan repeat order sehingga melupakan pelayanan. Customer pun juga makin terbuka matanya karena Google dan bisa sadar bahwa pricingnya kemahalan. Nothing last forever. </p>
<p>Untuk itulah Anda tetap harus maintain relationship dengan customer-customer sulit. Menjadi akrab. Gali kebutuhan dan ketidakpuasan terhadap supplier “status quo”. There’s no substitute for hardwork. Menjadi kalah bisa memberi Anda peluang untuk menancapkan dalam-dalam image humble, try harder, double effort, serve better. Dan siapa tahu tahun depan mereka berpaling kepada Anda. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/on-being-the-runner-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ENAM Hal yang Saya Pelajari dari Petani tentang Mengejar Target (2)</title>
		<link>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-2/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 23:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara sukses]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi petani]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[pskikologi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[strategi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net – Dalam tulisan sebelumnya kita telah belajar filosofi dari Pak Tani tentang perencanaan, maintain, dan kesabaran. Ternyata pelajaran tidak harus datang dari bidang yang sama. Anda bisa belajar dari industri lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis Anda. Bank bisa belajar dari hipermarket tentang mengatur antrian pelanggan, resto bisa mencontoh pabrik dalam mengatur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JamesGwee.net – Dalam tulisan <a href="http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-1" target="_blank">sebelumnya </a>kita telah belajar filosofi dari Pak Tani tentang perencanaan, maintain, dan kesabaran. Ternyata pelajaran tidak harus datang dari bidang yang sama. Anda bisa belajar dari industri lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis Anda. Bank bisa belajar dari hipermarket tentang mengatur antrian pelanggan, resto bisa mencontoh pabrik dalam mengatur flow pengantaran makanan ke customer, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Selanjutnya mari kita lihat 3 filosofi lain yang dapat Anda tarik dari Pak Tani.</p>
<p><strong>SEEK THE RIGHT WAY.</strong> Kebanyakan petani belajar bercocok tanam dari senior-senior mereka yang telah berhasil. Saya meragukan apabila petani bercocok tanam hanya dengan trial and error. Ada banyak waktu dan tenaga yang akan habis di situ. Minta seseorang yang sudah berhasil melakukan – apapun yang Anda ingin lakukan – untuk mengajar, menjelaskan, dan menunjukkan pada Anda cara melakukannya. Tentu akan lebih baik apabila ada benefit yang Anda juga berikan kepadanya.</p>
<p><strong>PREPARE FOR THE WORST.</strong> Ketika Anda telah melakukan semua hal di atas namun masih belum berhasil juga. Realitas kehidupan terkadang memang tidak seindah wacana. Perubahan cuaca, serangan hama, penyakit, ada saja yang mengganggu. Mengapa demikian? Itulah The Law of Farming. Itu sebabnya ketika masa “panenan” sedang baik, Anda tetap harus memikirkan masa-masa susah yang mungkin akan tiba. Jaga terus hubungan baik dengan customer Anda. Jangan remehkan complaint customer. Bereskan masalah-masalah “klasik” yang terus timbul.</p>
<p><strong>CUT LOSS &amp; MOVE ON.</strong> Terkadang Pak Tani kehilangan seluruh hasil panenan karena penyakit. Mereka memutuskan untuk menebas semua dan membakarnya. He cut his loss. Why? Karena sangatlah wasting time and energy untuk menumbuhkan tanaman berpenyakit. Faktanya jika diteruskan, maka kesuburan tanah di bawahnya juga bisa terganggu. Jadi, terkadang kita harus belajar untuk cut our loses. Meskipun kita sudah habiskan banyak waktu untuk seorang prospect, ternyata dia membeli dari orang lain. Ketika ini terjadi, lebih baik untuk cut loss. Forget about it and move on! Memikirkan customer yang sudah tak ada harapan hanya akan membuang energy Anda. Selalu akan ada customer lain untuk Anda approach.<br />
&nbsp;</p>
<p>Saya yakin beberapa dari Anda telah berjuang keras melewati masa-masa sulit mengejar target sales. Let’s share your experience with other on the comment box below. So that we can learn and strengthen each other.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Computer vs Sales People</title>
		<link>http://jamesgwee.net/computer-vs-salesman/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/computer-vs-salesman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 08:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[james gwee artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[pskikologi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[sales tools]]></category>
		<category><![CDATA[self development]]></category>
		<category><![CDATA[seminar sales indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>
		<category><![CDATA[truth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[Source pic: Franz Steiner JamesGwee.net – Google, Blackberry, dan Online Shop telah mengubah behaviour customer untuk selamanya. Cari supplier, informasi harga, membandingkan fitur dan pelayanan, serta melakukan pemesanan sekarang tinggal di ujung jari. Informasi jadi lebih mudah dan realtime untuk diakses customer. Dan customer pun akan semakin cerdas dan demanding. Teknologi terus melaju kencang. Jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-935" title="human-vs-robot" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/human-vs-robot-09.jpg" alt="" width="590" height="402" /><br />
<span style="color: #888888;">Source pic: Franz Steiner</span></p>
<p>JamesGwee.net – Google, Blackberry, dan Online Shop telah mengubah behaviour customer untuk selamanya. Cari supplier, informasi harga, membandingkan fitur dan pelayanan, serta melakukan pemesanan sekarang tinggal di ujung jari. Informasi jadi lebih mudah dan realtime untuk diakses customer. Dan customer pun akan semakin cerdas dan demanding.</p>
<p>Teknologi terus melaju kencang. Jangan heran apabila muncul the next big thing teknologi lagi. Anda sudah pernah mendengar Hukum Moore yang menyatakan prosesor komputer bertambah kecepatannya dua kali lipat dalam 18 bulan. Artinya computer (Blackberry, Google, Online Shop) akan semakin pintar.</p>
<blockquote><p>And now, how you sales people can compete in this age? Can you compete with that computer? How will you differentiate yourself?
</p></blockquote>
<p>Untungnya komputer punya kelemahan. Komputer tidak bisa sehangat manusia, belum semua informasi juga terangkum di dunia web, dan tidak bisa memberikan solusi spesifik apabila tidak diprogram pemiliknya. And of course, this will be your point of differentiation.</p>
<p>Sales people, sebaliknya gunakan teknologi untuk memperkuat differensiasi Anda. Menangkan persaingan dengan cara:</p>
<p><strong>Lebih informatif.</strong> Berikan informasi selengkapnya mengenai produk Anda, kompetitor, dan perkembangan industri Anda. Anda bisa gunakan <a href="http://www.google.com/alerts" target="_blank">Google Alert</a> untuk memonitor berita terbaru langsung dari handphone. Masukkan kata kunci mengenai merek Anda, merek kompetitor, ataupun keywords penting di dalam industri Anda. Maka Anda akan mendapat update harian berita-berita seputar merek atau keywords tersebut langsung ke email / smartphone Anda. Knowledge will be your powerful value added.</p>
<p><strong>Lebih ter-connect.</strong> Terus bertemu dengan orang-orang baru berkualitas melalui seminar dan acara networking. Manfaatkan juga jejaring sosial <a href="http://www.linkedin.com" target="_blank">Linkedin</a> untuk mengenal professional dari berbagai industri dan berdiskusi secara produktif dalam fitur Group-nya. Siap sedialah membantu customer melalui network Anda.</p>
<p><strong>Lebih mendengarkan.</strong> Dengarkan baik-baik needs customer. Gunakan <a href="http://www.tweetdeck.com" target="_blank">Tweetdeck</a> untuk memonitor pembicaraan terkait merek Anda, merek kompetitor, ataupun keywords penting dalam industri Anda. Lalu carilah cara untuk menolong mereka. Anda bisa menggunakan Twitter dan Facebook untuk lebih dekat secara personal. Not because of money, but with sincerity to help them.</p>
<blockquote><p>In short: be a sponge, get wired, be a light.
</p></blockquote>
<p>Dan Anda pun bisa mengalahkan komputer. Bravo!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/computer-vs-salesman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ENAM Hal yang Saya Pelajari dari Petani tentang Mengejar Target (1)</title>
		<link>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-1/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 05:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[maintain customer]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[mengejar target]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[strategi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>
		<category><![CDATA[target bulanan]]></category>
		<category><![CDATA[target penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[target sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Source pic: senjakakibukit.blogspot.com JamesGwee.net – Mengejar target bulanan bisa menjadi kesenangan tersendiri. Tapi buat beberapa orang bisa menjadi mimpi buruk. “I have worked so hard, yet I can’t get what I want? What’s wrong with me?”  Dan kekuatiran pun mulai membayangi. Sebenarnya dalam meraih segala sesuatu, kerja keras saja tidaklah cukup. Adahal lain yang perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-899" title="pak-tani" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/pak-tani.jpg" alt="" width="320" height="189" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #888888;">Source pic: senjakakibukit.blogspot.com</span></p>
<p style="text-align: left;">JamesGwee.net – Mengejar target bulanan bisa menjadi kesenangan tersendiri. Tapi buat beberapa orang bisa menjadi mimpi buruk. <em>“I have worked so hard, yet I can’t get what I want? What’s wrong with me?” </em> Dan kekuatiran pun mulai membayangi.</p>
<p>Sebenarnya dalam meraih segala sesuatu, kerja keras saja tidaklah cukup. Adahal lain yang perlu masih perlu ditambahkan. Beberapa orang menyarankan <em>work smart</em>, <em>leverage, </em>apapun itu. <em>Let’s back to the basic</em>. Mari kita belajar dari Pak Tani.<br />
&nbsp;<br />
Untuk mendapatkan panenan yang baik, Pak Tani tidak sekedar tanam padi dan berharap semua akan panen sendiri jika waktunya tiba.Adabeberapa proses yangharus dilalui oleh petani:<br />
&nbsp;<br />
<strong>DECIDE THE RESULT.</strong> Menanam benih semangka, tentu akan mendapatkan buah semangka juga. Pak Tani memilih bibit yang tepat sesuai dengan hasil yang dibayangkannya. Demikian pula dalam memilih strategi yang akan Anda pakai. Tentukan dulu hasil yang ingin Anda capai, baru kemudian pikirkan atau gunakan strategi yang tepat.<br />
&nbsp;<br />
<strong>MAINTAIN.</strong> Pak Tani menyiram dan memberi pupuk meskipun ia belum melihat tanamannya. Yang ada hanyalah benih di tanah. Meski demikian, Pak Tani tetap rajin merawatnya. Seringkali Anda harus terus melakukan proses yang harus Anda lakukan meskipun belum melihat tanda-tanda keberhasilan apapun. Tetap lakukan! Sepanjang Anda telah lakukan semuanya dengan benar, percayalah akan ada titik terang di ujung sana. <em>Keep the faith!</em><br />
&nbsp;<br />
<strong>WAIT PATIENTLY.</strong> Bahkan ketika Anda telah lakukan semuanya dengan benar, terkadang Pak Tani masih harus menunggu, menunggu tanaman berkembang, berbunga, berbuah, hingga ranum. Ada yang namanya DELAYED GRATIFICATION, keberhasilan yang tertunda. Terkadang kita sudah <em>approach</em> customer berbulan-bulan tanpa hasil, tanpa diduga beberapa bulan kemudian si customer datang sendiri tanpa diminta. Bersabarlah.<br />
&nbsp;<br />
Strategi matang diimbangi ketekunan akan membawa Anda pada prestasi maksimal. Masih ada 3 hal lain yang akan saya sharingkan pada posting selanjutnya. <em>Feel free to share your own experience</em> <em>below</em>. <em>Who knows your story may strengthen others.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/enam-hal-yang-saya-pelajari-dari-petani-tentang-mengejar-target-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begini Caranya Menghadapi Customer yang Suka Mengulang Pertanyaan</title>
		<link>http://jamesgwee.net/cara-sales-menghadapi-customer/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/cara-sales-menghadapi-customer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara sukses]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[sales script]]></category>
		<category><![CDATA[sales training jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[seminar james gwee]]></category>
		<category><![CDATA[seminar sales indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[star employee]]></category>
		<category><![CDATA[strategi penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=894</guid>
		<description><![CDATA[Source Pic: Element-54.com JamesGwee.net – MUNGKIN Anda pernah sebal menghadapi customer yang berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama. Anda telah presentasikan produk Anda dengan baik and full of energy, rasa-rasanya sudah yakin bahwa kali ini pasti goal. Namun customer balik lagi menanyakan pertanyaan sama yang sudah Anda jawab di 5 dan 10 menit yang lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-895" title="Cara Menghadapi Customer yang Terlalu Banyak Bertanya" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/element-54.jpg" alt="" width="334" height="359" /></p>
<p align="center"><span style="color: #888888;">Source Pic: Element-54.com</span></p>
<p>JamesGwee.net – MUNGKIN Anda pernah sebal menghadapi customer yang berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama. Anda telah presentasikan produk Anda dengan baik <em>and</em> <em>full of energy</em>, rasa-rasanya sudah yakin bahwa kali ini pasti <em>goal</em>. Namun customer balik lagi menanyakan pertanyaan sama yang sudah Anda jawab di 5 dan 10 menit yang lalu. ‘<em>Cape</em><em> deh</em><em>…</em>’ gumam Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebanyakan sales people tidak sabaran menghadapi tipe customer seperti ini. Sales people cenderung akan mengabaikan pertanyaan ini sambil secara langsung ataupun tak langsung berkata ‘<em>as I told you so&#8230;</em>’ Atau sebaliknya, merasa diri kurang berhasil lalu mencoba menjelaskan ulang hingga terjebak dalam lingkaran pembicaraan tanpa ujung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em> “Jika tidak yakin mengenai perasaannya, maka customer cenderung akan berkata ‘Tidak’”</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketahuilah bahwa keraguan akan mengantar customer pada penolakan. Anda perlu membalikkan pemikiran mereka, dari keraguan menjadi penuh keyakinan, dari kebingungan menjadi kesepahaman, dari ketakutan menjadi <em>100% sure</em>. Tentu tidak mudah, perlu analisa mengenai tingkat keyakinan serta sikap tubuh dan suara mereka. Apakah mereka telah cukup yakin dengan apa yang telah Anda sampaikan? Atau mereka hanya ingin menguji keyakinan Anda terhadap produk yang dipresentasikan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi amati baik-baik <em>buying signal</em> ini. Apabila customer terus menanyakan pertanyaan yang sama, bisa jadi customer sedang meminta konfirmasi dan klarifikasi final terhadap keputusannya. <em>Deal</em> <em>is already happened!</em> <em>Why you have to wait?</em> <em>They already 90% sure</em> untuk lakukan pembelian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jawablah pertanyaannya dengan yakin.</strong> Lakukan dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Jawaban singkat dengan intonasi tegas dan <em>firm</em> akan menghapus semua keraguan dari pikiran mereka. Tidak masalah mengulangi jawaban yang telah Anda utarakan sebelumnya. “Betul Bu Yanti, produk kami menggunakan teknologi nano buatan Jepang. Garansi 1 tahun.” Singkat saja, dan tidak perlu menjelaskan detailnya lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mulailah isi form order.</strong> Selanjutnya langsung saja isi <em>form order</em>-nya agar dapat diarahkan menuju proses closing. Lakukan tanpa ragu-ragu, dengan gerak tubuh yang elegan penuh keyakinan. Tanyakan apa jenis produk yang diminati, berapa jumlah yang mau dibeli, ada permintaan khusus apa, dikirimkan ke mana, serta meminta identitas diri apabila diperlukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang tidak kasat mata (implisit) terkadang jauh lebih penting daripada yang terlihat jelas (eksplisit). Kandungan emas dan sumur minyak seringkali tersimpan jauh di balik permukaan tanah. Tugas kitalah untuk menggali dengan teliti dan disiplin, sambil mengamati <a title="Pelajari pola sukses SALES CHAMPION di seminar berikut!" href="http://jamesgwee.net/sales-champion-training/" target="_blank">pola-pola sukses</a> yang pernah dilakukan mereka yang sudah berhasil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari sharingkan pengalaman Anda berhadapan dengan tipe customer yang suka mengulang pertanyaan seperti ini. <em>Have a fantastic day ahead!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/cara-sales-menghadapi-customer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sales People, Ketahui Kapan Saatnya Anda Harus Berhenti Presentasi</title>
		<link>http://jamesgwee.net/presentasi-sales/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/presentasi-sales/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[buying signal]]></category>
		<category><![CDATA[membaca pikiran customer]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[sales presentation]]></category>
		<category><![CDATA[salesman]]></category>
		<category><![CDATA[teknik sales]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Source pic: @milchpuder &#160; JamesGwee.net – PERNAHKAH Anda berada dalam situasi canggung menanti respon customer? Anda sudah susah payah untuk dapat appointment dengan calon customer, mengakrabkan diri dengan customer, menyelami situasi dan kebutuhannya, lalu melakukan presentasi produk dengan bersemangat. Namun demikian, this awkward situation is always come and come again&#8230; &#160; Segera setelah Anda selesai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="right"><img class="aligncenter size-full wp-image-890" title="Salesman, Ketahui Kapan Saatnya Berhenti Presentasi !" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/milchpuder.jpg" alt="" width="500" height="360" /></p>
<p align="right"><span style="color: #888888;"><em>Source pic: @milchpuder</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>JamesGwee.net – PERNAHKAH Anda berada dalam situasi canggung menanti respon customer? Anda sudah susah payah untuk dapat <em>appointment</em> dengan calon customer, mengakrabkan diri dengan customer, menyelami situasi dan kebutuhannya, lalu melakukan presentasi produk dengan bersemangat. Namun demikian, <em>this awkward situation is always come and come again</em>&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Segera setelah Anda selesai presentasi, sang suami dan isterinya saling melirik penuh tanya. ‘<em>What do you think?</em>’ kurang lebih kalimat itu yang tersirat dari tatapan mereka. Segera Anda pun menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya. Degup jantung bertambah kencang, keringat menetes. Pelan-pelan Anda menelan ludah, menunggu jawaban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Atau sebaliknya, terkadang sales people tergoda untuk lakukan presentasi terus dan terusan untuk lebih meyakinkan customer. Sepertinya mereka belum menangkap jelas maksud Anda, maka Anda terus bicara. Dengan harapan bahwa semakin dijelaskan maka mereka akan berubah yakin. Alih-alih demikian, terkadang yang terjadi malah sebaliknya, <em>they got turned off</em>. Mulai muncul keraguan. Lalu semakin membesar karena dibumbui keraguan sang pasangan. Dan berbalik dengan argumentasi-argumentasi defensif yang menentang produk Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pride and Ego</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sales people, ketahuilah bahwa ketika Anda melihat suami dan isteri saling bertukar pandang, ini adalah sinyal paling jelas bahwa keduanya secara prinsip setuju dengan presentasi Anda. Paling tidak keduanya tidak menolak secara mentah-mentah. <em>This is a good news for you</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Kebanyakan customer yang telah memutuskan untuk membeli tidak akan eksplisit mengatakan ‘OK saya akan beli!’” </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, jadi jangan berharap customer akan mengatakannya secara blak-blakan. Ego bermain di sini. Terkadang urusan pembelian bisa jadi sangat dekat dengan <em>pride </em>danharga diri. Maka sebaiknya fokus pada langkah selanjutnya, daripada menunggu dengan pasif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Interruption!</strong><strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka menunggu hingga pasangan mereka mengatakan sesuatu. Namun apabila situasi ini terus dibiarkan berlangsung, maka masing-masing pasangan akan menjadi tidak yakin dengan perasaannya dan cenderung akan menjawab ‘Tidak!’. <em>You will be in trouble then</em>…</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Jika tidak yakin mengenai perasaannya, maka customer cenderung akan menjawab ‘Tidak’” </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, jangan menunggu sampai ini terjadi. Ketika Anda melihat tatapan penuh tanya antara suami dan isteri, segera hentikan presentasi Anda. Dekatkan diri Anda dengan mereka. Katakan dengan sopan dan penuh kelembutan, “Bapak Anton, kenapa tidak coba dulu produk saya?” Bantulah dia membuat keputusan pembelian. Jangan pasif atau Anda akan kehilangan kesempatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang menjadi bisa karena biasa melakukan. Teruslah latih insting Anda untuk membaca berbagai <em>buying signal</em> customer. Sehingga makin hari insting Anda makin tajam, makin canggih, bagaikan radar yang akurat mendeteksi musuh di sekitarnya. Dan target sales pun sudah bukan masalah lagi untuk dicapai. Untuk mengetahui teknik-teknik menjadi SALES JUARA, ikuti Seminar <a title="The Sales Champion Seminar" href="http://jamesgwee.net/sales-champion-training/" target="_blank">The Sales Champion</a> 25 Feb 2012 ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari sharingkan situasi canggung yang pernah Anda hadapi dan bagaimana cara Anda meresponnya. <em>Have a great day ahead!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/presentasi-sales/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTING! Dua Prinsip Dasar dalam Membaca Pikiran Customer</title>
		<link>http://jamesgwee.net/penting-dua-prinsip-dasar-dalam-membaca-pikiran-customer/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/penting-dua-prinsip-dasar-dalam-membaca-pikiran-customer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 23:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[customer]]></category>
		<category><![CDATA[customer behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[membaca pikiran customer]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[salesman]]></category>
		<category><![CDATA[teknik sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Source Pic: Aboveandbeyondkm JamesGwee.net – SAYA telah mengamati ribuan sales people berjualan produk selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya benar-benar hebat, sangat percaya diri dan gigih. Adajuga yang pendekatannya halus dan memiliki product knowledge sangat baik. Namun menurut saya semua belum cukup. Kebanyakan sales people tidak tahu kapan saatnya berhenti bicara. Terkadang saya harus interupsi mereka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-880" title="Membaca Pikiran Customer" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/aboveandbeyondkm.jpg" alt="" width="500" height="416" /></p>
<p><span style="color: #808080;">Source Pic: Aboveandbeyondkm</span></p>
<p>JamesGwee.net – SAYA telah mengamati ribuan sales people berjualan produk selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya benar-benar hebat, sangat percaya diri dan gigih. Adajuga yang pendekatannya halus dan memiliki <em>product knowledge</em> sangat baik. Namun menurut saya semua belum cukup. Kebanyakan sales people tidak tahu kapan saatnya berhenti bicara. Terkadang saya harus interupsi mereka, “<em>Shut up and close the deal!</em>”</p>
<p>Mata dan bahasa tubuh customer sudah berkata ‘Saya mau beli.’ Namun saking banyak bicaranya, sales people seringkali tidak mengenali <em>buying signal</em> ini. Dan apabila kebablasan, kesempatan <em>closing</em> akan hilang di depan mata karena mood customer sudah berubah.<br />
Jadi, apa saja prinsip rahasia yang harus Anda ketahui sebelum <em>closing</em>?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Prinsip 1. </em></strong><em>“Jika tidak yakin mengenai perasaannya, maka customer cenderung akan menjawab ‘Tidak’”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika merasa tidak yakin, sebenarnya customer sedang mencari tambahan jaminan atau semacam <em>soft push</em> dari sales people untuk membantunya membuat keputusan. Apabila sales people gagal untuk mendeteksi hal ini, maka customer akan merasa ragu dan berkata ‘Tidak’, atau ‘Saya pikir-pikir dulu’, dan kesempatan akan hilang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Prinsip 2. </em></strong><em>“Kebanyakan customer yang telah memutuskan untuk membeli tidak akan eksplisit mengatakan ‘OK saya akan beli!’” </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meskipun hati mereka sudah mengatakan ‘<em>OK saya akan beli</em>’, mulut mereka tidak akan berkata apa-apa. Untuk itu, jangan buang-buang waktu menunggu kalimat tersebut keluar dari mulut mereka. Sebaliknya, perhatikan mata dan bahasa tubuh customer. Apabila sudah menunjukkan <em>buying signal</em> yang positif, maka segeralah lakukan <em>closing</em> sehingga Anda akan terhindar dari resistensi customer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi mulai sekarang, perhatikanlah apabila customer Anda terlihat:</p>
<ul>
<li>gugup atau membuat gerakan-gerakan yang tak perlu,</li>
<li>menerawang jauh,</li>
<li>duduk dengan badan agak maju dan kedua tangan di atas meja</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>maka bisa jadi <em>closing</em> sudah di depan mata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Latihlah kemampuan Anda membaca tatapan mata dan bahasa tubuh customer. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang <em>buying signal</em>, Anda dapat mengakses artikel di <a href="http://www.seminarseumurhidup.com/">www.SeminarSeumurHidup.com</a>. Tiba-tiba Anda akan sadar bahwa secara otomatis Anda mulai bisa “membaca orang”. Karena dibanding lidah, terkadang bahasa tubuh seseorang sepuluh kali lebih sulit untuk bisa berkata bohong.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Have a fantastic day!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/penting-dua-prinsip-dasar-dalam-membaca-pikiran-customer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebenaran Tentang Sales yang Perlu Anda Ketahui</title>
		<link>http://jamesgwee.net/kebenaran-tentang-sales-yang-perlu-anda-ketahui/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/kebenaran-tentang-sales-yang-perlu-anda-ketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 17:49:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[taktik]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[truth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[JamesGwee.net – “JAMES, topik apa yang paling canggih dalam dunia sales belakangan ini?” Sering sekali orang menanyakan hal ini dalam berbagai seminar dan pelatihan saya. Banyak orang berharap selalu ada magic formula untuk kalahkan lawan, secret weapon untuk hancurkan musuh sekejap, tidak perlu susah-susah belajar, dan tidak perlu effort dan investment besar. Tentu saja saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-867" title="Truth about sales" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/compass_zoom.jpg" alt="" width="575" height="455" /></p>
<p>JamesGwee.net – “JAMES, topik apa yang paling canggih dalam dunia sales belakangan ini?” Sering sekali orang menanyakan hal ini dalam berbagai seminar dan pelatihan saya. Banyak orang berharap selalu ada magic formula untuk kalahkan lawan, secret weapon untuk hancurkan musuh sekejap, tidak perlu susah-susah belajar, dan tidak perlu effort dan investment besar.</p>
<p>Tentu saja saya terus berusaha memberikan hal-hal baru kepada mereka. Untuk itu, saya harus selalu research dari berbagai sumber terpercaya, rekan-rekan businessman, serta guru-guru sales dunia. Namun demikian, semakin banyak saya belajar, semakin sering saya menyadari dan mengerti satu kebenaran dalam dunia sales. And the truth is…</p>
<h4 style="text-align: center;"></h4>
<h4 style="text-align: center;"><em>&#8220;There is nothing new about selling!&#8221;</em></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kenyataannya, setelah Anda menyingkirkan semua jargon dan istilah-istilah keren dalam dunia sales, maka hanya akan tersisa 4 prinsip berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Selling is a Process<br />
</strong><br />
Seperti halnya aktifitas lain, sales adalah sebuah proses. Serangkaian tahapan yang apabila dilakukan menurut prinsip yang benar, maka akan membawa customer pada keputusan pembelian. Sales juga merupakan mata rantai (value chain) dari kegiatan-kegiatan lain. Jika Anda menjalankan tahapan kegiatan dengan prinsip-prinsip yang benar, maka Anda memiliki kesempatan besar untuk sukses.</p>
<p><strong>Selling is a Numbers Game<br />
</strong><br />
Sales adalah permainan angka. Sebenarnya, sales didasarkan pada hukum rata-rata. Makin banyak prospek yang Anda approach, makin besar peluang Anda. Makin banyak Anda menawarkan, makin besar kemungkinan Anda melakukan closing. Makin banyak happy customer yang Anda punya, makin besar kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan referensi dari mereka. Ini hanya masalah ‘semakin banyak, semakin baik’.</p>
<p><strong>Selling is All About Having Inter-personal Communication<br />
</strong><br />
Sales berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi dan membina hubungan. Kita semua adalah makhluk sosial. Kebanyakan kita membuat keputusan pembelian lebih karena sisi emosional dibandingkan rasional. Dan relationship yang erat akan memberi ikatan emosional yang kuat. Survey dari sebuah perusahaan asuransi jiwa mengenai faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk menjadi nasabah adalah sebagai berikut:</p>
<p>Kesimpulannya, jadi atau tidak seseorang membeli dari Anda sangat tergantung dari apakah mereka suka atau tidak kepada Anda, menghargai Anda, mempercayai Anda, menyayangi Anda, merasa memiliki kewajiban membeli dari Anda karena Anda begitu baik dan suka menolong. Atau karena masih teman baik Anda ataupun teman baik ayah Anda, dan lain-lain. Tentu faktor utamanya adalah interaksi yang Anda bangun dan komunikasi pribadi yang baik.</p>
<p><strong>Selling is All About Discipline<br />
</strong><br />
Sales adalah masalah disiplin. Inilah perbedaan antara sales people sukses dan yang tidak:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: center;"><em>&#8220;Successful sales people have learnt to DO WELL</em><br />
<em> the things that unsuccessful sales people DO NOT like to do&#8221;</em></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah bukan rahasia lagi, penjual yang sukses lebih disiplin dan mereka tetap mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan, walaupun mereka tidak suka. Di sisi lain, penjual yang tidak sukses akan mencoba mencari 1001 alasan untuk menghindar dari pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka tidak menyukai untuk mengerjakan hal tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4 style="text-align: center;"><em>“Sales is often a case of doing what you HAVE TO DO,</em><br />
<em> not only what you LIKE TO DO”</em></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beri makan otak Anda dengan insight-insight sales dan manajemen. Sumbernya banyak: majalah marketing dan sales, buku-buku best seller, website di bidang terkait, twitter para pakar, radio bisnis, ebook mengenai sales, CD-CD seminar, dan semacamnya. Seleksi mana yang benar-benar memberikan “how-to” dan mana yang “hanya wacana”. Pelajari prinsip dasarnya dengan seksama, lalu terapkan dengan disiplin.</p>
<p>Terkadang kita terjebak dalam kerumitan istilah dan konsep yang seolah ‘wah’ namun membingungkan dalam praktik. Luangkan waktu untuk memahami prinsip-prinsip dasarnya. Karena kasus di lapangan bisa sangat rumit dan bervariasi. Maka jangan sekedar hapal rumus, tapi basic concept and principles, itulah yang akan membawa Anda pada kesuksesan.</p>
<p><em>Be fantastic and be cool in chasing your success. Masa depan perusahaan ada di tangan Anda. My pray and best wishes for you! Ikuti Public Seminar terbesar di awal 2012, <a title="Roketkan Penjualan di 2012" href="http://jamesgwee.net/sales-champion-training/" target="_blank">The Sales Champion</a> dan dapatkan teknik fantastis untuk roketkan penjualan Anda.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/kebenaran-tentang-sales-yang-perlu-anda-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjual Lebih Cepat &amp; Lebih Banyak di 2012?</title>
		<link>http://jamesgwee.net/sales-champion-training/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/sales-champion-training/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 04:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia favourite trainer]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal seminar]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal training]]></category>
		<category><![CDATA[james gwee]]></category>
		<category><![CDATA[james gwee artikel]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[sales champion]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[seminar 2012]]></category>
		<category><![CDATA[seminar jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[seminar james gwee]]></category>
		<category><![CDATA[seminar penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[seminar sales]]></category>
		<category><![CDATA[seminar sales indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknik sales]]></category>
		<category><![CDATA[training sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jamesgwee.net/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[&#160; JamesGwee.net &#124; Indonesia&#8217;s Favourite Seminar Speaker &#38; Trainer &#8211; So, it&#8217;s 2012! Tahun penuh harapan, penuh optimisme, penuh semangat. Walau dibayangi krisis Eropa namun konsumsi dalam negeri yang cukup kuat menjadi andalan kita. Berbagai asosiasi memprediksi pertumbuhan positif di sektornya masing-masing, seperti otomotif naik +10% dan elektronik naik +20%. It&#8217;s a good news for [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;<br />
JamesGwee.net | Indonesia&#8217;s Favourite Seminar Speaker &amp; Trainer &#8211; So, it&#8217;s 2012! Tahun penuh harapan, penuh optimisme, penuh semangat. Walau dibayangi krisis Eropa namun konsumsi dalam negeri yang cukup kuat menjadi andalan kita. Berbagai asosiasi memprediksi pertumbuhan positif di sektornya masing-masing, seperti otomotif naik +10% dan elektronik naik +20%. It&#8217;s a good news for sales people! </p>
<p><strong><em>Hai Sales Manager, HR, Business Owner, siapkan pasukan Anda untuk punya CARA BERPIKIR dan CARA MENJUAL yang POWERFUL! </em><br />
</strong><br />
<em>Join this seminar to prepare your team for this big opportunity.<br />
</em><br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-822" title="Sales Champion" src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Sales-Champion2.jpg" alt="" width="575" height="455" /></p>
<p><img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide1-300x225.jpg" alt="" title="Sales Champion" width="575" height="455" class="aligncenter size-medium wp-image-843" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide3.jpg" alt="" title="Slide3" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-845" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide4.jpg" alt="" title="Slide4" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-846" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide5.jpg" alt="" title="Slide5" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-847" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide6.jpg" alt="" title="Slide6" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-848" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide7.jpg" alt="" title="Slide7" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-849" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide8.jpg" alt="" title="Slide8" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-850" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide11.jpg" alt="" title="Slide11" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-851" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide12.jpg" alt="" title="Slide12" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-852" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide13.jpg" alt="" title="Slide13" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-853" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide14.jpg" alt="" title="Slide14" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-854" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide15.jpg" alt="" title="Slide15" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-855" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide16.jpg" alt="" title="Slide16" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-856" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide17.jpg" alt="" title="Slide17" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-857" /><br />
<img src="http://jamesgwee.net/wp-content/uploads/2012/01/Slide19.jpg" alt="" title="Slide19" width="575" height="455" class="aligncenter size-full wp-image-842" /></p>
<p><strong>Silahkan hubungi nomor di atas atau isi <a href="http://jamesgwee.net/seminar.php" title="Form Registrasi" target="_blank">Form Registrasi Seminar</a>.<br />
</strong>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/sales-champion-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Orang Sales Harus Punya Sales Script ini !!!</title>
		<link>http://jamesgwee.net/setiap-orang-sales-harus-punya-sales-script-ini/</link>
		<comments>http://jamesgwee.net/setiap-orang-sales-harus-punya-sales-script-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 02:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jamesgwee.info/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Book Summary “Setiap orang sales harus punya sales script ini!” &#160; Book Summary “Setiap orang sales harus punya sales script ini!” Sales adalah profesi yang sangat penting bagi perusahaan. Karena naik turunnya omset penjualan suatu perusahaan sebagian besar bergantung pada kualitas sales yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Walaupun ada banyak macam sales yang menjual berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-size: 12pt;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Book Summary </span></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-size: 12pt;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Calibri;"><strong><span style="text-decoration: underline;">“Setiap orang sales harus punya sales script ini!”</span></strong></span></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-size: 12pt;">Book Summary “Setiap orang sales harus punya sales script ini!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><img src="http://jamesgwee.info/image/JG-&amp;-DB.jpg" alt="Buku Terlaris" width="200" height="238" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Sales adalah profesi yang sangat penting bagi perusahaan. Karena naik turunnya omset penjualan suatu perusahaan sebagian besar bergantung pada kualitas sales yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Walaupun ada banyak macam sales yang menjual berbagai barang dan jasa yang berbeda dengan jalur distribusi yang beragam mulai dari retail, traditional market, modern market, end user dan berbagai jalur distribusi lainnya tetapi secara umum ada kesamaan dari semua sales, yaitu mereka harus <strong>menjual produk / jasa dan mencapai target penjualan yang diberikan. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Dalam menjalankan tugasnya sales person banyak mengalami kendala, baik internal maupun eksternal. Faktor Internal biasanya berasal dari dalam diri sales itu sendiri. Mereka seringkali takut ketika hendak menemui calon pelanggan dan melakukan tugasnya. Perasaan ini timbul karena adanya rasa takut akan penolakan yang diberikan oleh calon pelanggan yang akan mereka temui. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Ketakutan akan penolakan dan keberatan yang diberikan calon pelanggan dan bagaimana cara menghadapi penolakan tersebut merupakan suatu <strong>PROBLEM</strong> besar bagi banyak sales. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Melihat kondisi ini <strong>Dedy Budiman</strong> seorang praktisi penjualan yang akhirnya menjadi seorang Sales Trainer bersama dengan mentornya <strong>Mr.James Gwee</strong> meluncurkan buku <em><strong>“Setiap orang sales harus punya sales script ini!”</strong></em> yang ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti serta dilengkapi oleh banyak contoh praktis yang sangat sesuai dengan karakter sales. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Bab 1 – 4 dari buku ini menceritakan bagaimana seorang sales harus mempunyai mindset yang benar dalam menghadapi penolakan, karena sebenarnya penolakan yang diberikan oleh calon pelanggan bukanlah merupakan penolakan yang sesungguhnya. Selanjutnya dibab 5 ada dijelaskan mengenai apakah bakat mempunyai pengaruh terhadap hasil penjualan seorang sales, dan bagaimana dengan nasib sales-sales yang tidak berbakat? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Setelah mindset dirubahkan dan juga dibahas tentang masalah bakat, maka dalam bab 6 buku ini menjelaskan tentang suatu cara bagaimana menangani bermacam keberatan dan penolakan dari calon pelanggan dengan menggunakan <strong>Sales Script</strong>. Hewan seperti apakah <strong>Sales Script</strong> itu? <strong>Sales Script</strong> adalah bahan-bahan yang disiapkan oleh sales untuk menangani pertanyaan dan keberatan yang bakal diajukan oleh calon pelanggan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Secara setahap demi setahap buku ini membukakan bagaimana agar setiap sales bisa membuat <strong>Sales Script</strong> masing-masing. Dijelaskan juga tentang Metode QUIET ( Question, Understand, Identify, Emphaty, Test ) yang membuat sales lebih mudah memahami permasalahan sebenarnya dari pelanggan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Akhirnya setelah cara membuat <strong>Sales Script</strong> dikupas tuntas, untuk pembaca yang masih merasa perlu mendapat contoh, maka buku ini memberikan 15 pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh pelanggan misalnya : Harganya mahal, saya lagi sibuk, saya harus bicara dengan bos, dlsb beserta dengan puluhan <strong>Sales Script</strong> untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tsb. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0in 0in 10pt;"><span style="line-height: 150%; font-size: 12pt;">Secara keseluruhan buku ini bukan hanya akan memampukan anda untuk menjual dengan lebih baik tapi juga akan meningkatkan kepercayaan diri anda ketika akan bertemu dengan calon pelanggan. Setelah buku ini ditutup seolah anda akan tersadar ternyata menjual itu tidaklah sesulit yang dibayangkan dan penolakan itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena <strong>Sales Script</strong> membuat hidup para sales lebih menyenangkan, makanya tidak salah buku ini diberi judul <strong>“Setiap orang sales harus punya sales script ini!”</strong> Kalau anda tidak punya bukunya, berarti anda bukan orang sales. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jamesgwee.net/setiap-orang-sales-harus-punya-sales-script-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

