3 Pola Grafik yang Wajib Diketahui Trader Forex

September 19, 2022

Saat pertama kali melihat grafik trading forex tentu sebagian besar dari Anda cukup kesulitan memahaminya. Grafik sebenarnya relatif mudah dibaca setelah Anda tahu apa yang Anda cari. Dengan mengingat hal itu, kita akan membahas dasar-dasar membaca grafik forex, berbagai jenis grafik, indikator penting, dan chart pattern umum. Pada akhir panduan ini, Anda di harapkan memiliki pemahaman dasar tentang cara membaca grafik forex dan mengambil keputusan order yang tepat.

Apa Itu Grafik Forex?

Bagan forex hanyalah representasi grafis dari data. Dalam trading forex, data ini biasanya merupakan harga pasangan mata uang dari waktu ke waktu. Grafik forex digunakan untuk melacak pergerakan harga, mengidentifikasi tren, dan melihat peluang untuk membuka posisi.

Ada banyak jenis grafik forex, tetapi yang paling umum adalah grafik candlestick. Trader menggunakan grafik tipe candle untuk melacak pergerakan harga dari waktu ke waktu. Setiap “candlestick” pada grafik mewakili periode tertentu, tergantun pada platform yang Anda gunakan. Misalkan pada MetaTrader 4 dimulai dari periode 1 Menit – 1 Bulan. Bentuk candle mewakili harga buka dan tutup untuk periode tersebut, sedangkan sumbu mewakili harga tinggi dan rendah. Pada umumnnya candlestick hijau mewakili periode di mana harga naik, sedangkan candlestick merah mewakili periode di mana harga turun (warna ini juga tergantung pada setup platform yang Anda gunakan).

Apa Indikator Grafik Forex Yang Paling Penting?

Ada banyak sekali indikator berbeda yang bisa diguankan oleh para trader untuk menganalisis grafik forex. Namun, sebagian besar indikator dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: indikator tren dan indikator momentum.

  • Indikator tren digunakan untuk mengidentifikasi arah pasar secara keseluruhan. Indikator tren yang paling populer adalah moving average.
  • Indikator momentum digunakan untuk mengidentifikasi kapan pasar overbought atau oversold. Indikator momentum yang paling populer adalah Relative Strength Index (RSI).

Ada banyak indikator lain yang dapat digunakan trader, tetapi ini adalah dua yang paling populer berdasarkan fungsinya.

Apa Chart Pattern Yang Paling Umum?

Trader menggunakan chart pattern untuk mengidentifikasi peluang beli atau jual dalam trading forex. Ada banyak pola grafik yang dapat digunakan trader untuk mengidentifikasi peluang tersebut. Namun, beberapa pattern lebih umum daripada yang lain. Setiap pola dapat memberi pedagang informasi yang berbeda tentang pasar, seperti arah dan kekuatan tren dan titik pembalikan potensial.

Jika Anda baru mengenal dunia forex, memahami pasar bisa jadi sulit. Dengan menggunakan chart pattern paling tidak bisa menambah kuat keputusan Anda untuk melakukan order.

1. Head and Shoulder

Pattern head and shoulders merupakan salah satu pola reversal yang paling dapat diandalkan dalam semua analisis teknis. Pattern ini telah diamati di pasar kripto selama bertahun-tahun dan merupakan prediktor pergerakan harga yang andal. Pola head and shoulders ditandai dengan serangkaian tiga puncak, dengan puncak tengah menjadi yang tertinggi.

Chart pattern head and shoulders terlihat seperti ini:
Chart Pattern Head & Shoulder

Pola ini menunjukkan bahwa pasar berada dalam tren turun dan harga kemungkinan akan terus turun. Namun, ada beberapa hal yang harus dicari ketika mengidentifikasi head and shoulders.

  1. Tiga puncak harus memiliki ketinggian yang sama.
  2. Puncak tengah harus lebih tinggi dari dua puncak lainnya.
  3. Polanya harus simetris, dengan kedua bahu memiliki ketinggian yang sama.

Setelah pola head and shoulders diidentifikasi, trader dapat menggunakannya untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

2. Double Top

Pattern double top merupakan pola bearish reversal yang bisa ditemukan di semua grafik trading baik itu forex, saham, maupun crypto. Pola ini terbentuk ketika harga suatu aset mencapai titik tertinggi baru, mundur, dan kemudian gagal mencapai level tertinggi sebelumnya.

Double top adalah pola bearish reversal. Ini terlihat seperti ini:
Double Top

Chart pattern double top dianggap sebagai sinyal pembalikan bearish yang andal, karena menunjukkan bahwa bulls atau pasar naik tidak dapat mempertahankan harga aset pada level tertinggi sebelumnya. Pattern ini dapat ditemukan dalam kerangka waktu apa pun tetapi paling sering terlihat pada grafik jangka panjang.

Pola double top biasanya selesai ketika harga turun di bawah support level yang diciptakan oleh pullback antara dua puncak. Level ini biasanya disebut sebagai “neckline”. Setelah neckline di tembus, trader sering menggunakan alat analisis teknis untuk menentukan ke mana kemana selanjutnya harga bergerak. Salah satu target populer adalah jarak antara tertinggi dari dua puncak, yang biasanya diukur menggunakan tingkat retracement Fibonacci.

Seperti yang Anda lihat, double sangat mirip dengan pola head and shoulder. Perbedaan utama adalah bahwa ada dua puncak bukan satu. Double top dibuat ketika pasar reli ke level tertinggi, mengarah kembali ke support dan kemudian reli kembali ke ketinggian yang sama untuk kedua kalinya. Reli kedua ini biasanya gagal, yang mengarah ke aksi jual.

3. Triple Top

Triple top sangat mirip dengan double top. Perbedaan utamanya adalah ada tiga “puncak” bukan dua. Pola triple top dibuat ketika harga aset mencapai puncaknya dan kemudian turun ke palung tiga kali sebelum akhirnya menembus di bawah support.

Triple top adalah pola bearish reversal yang terlihat seperti ini:
Triple Top Pattern

Pattern ini dianggap sebagai tanda bahwa aset tidak lagi mendapatkan kekuatan dan mungkin siap untuk aksi jual yang signifikan. Puncak pertama biasanya diikuti oleh palung, diikuti oleh puncak kedua. Puncak kedua biasanya diikuti oleh palung kedua, yang kemudian diikuti oleh puncak ketiga. Setelah puncak ketiga, harga aset biasanya menembus di bawah support, menandakan potensi aksi jual.

Pola triple top sering dipandang sebagai sinyal bearish, menunjukkan bahwa aset kehilangan momentum dan mungkin siap untuk aksi jual yang signifikan. Chart pattern ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi pontensi sell. Saat memperdagangkan pasangan mata uang, penting untuk menyadari pola triple top, karena dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang kapan harus menjual.

Ini hanyalah tiga dari chart pattern paling umum yang dapat membantu Anda memahami pasar. Jadi, lain kali Anda merasa tersesat, lihat grafik dan lihat apakah ada pola ini.